BAHAN BAKAR MINYAK MELANGIT ENERGI SURYA TURUN KE BUMI

Oleh: Rasmi R,S.St.M.Si

Tak ada rotan akarpun jadi,

Listrik PLN mati PLTS beraksi,

bensin habis ayok  kita jalan kaki,

yang penting Indonesia jaya sampai nanti !!!.

Mungkin inilah sajak yang harus didengungkan oleh para pengambil kebijakan agar masyarakat tidak pesimis mengahadapi kenaikan BBM.

Haruskah semua energi besumber dari BBM ??,jawabannya tentu tidak karena ada sumber energi murah yang tersedia berlimpah yaitu energi matahari. Sekarang sudah ada pembangkit listrik tenaga matari yang di kenal dengan PLTS. Namun sayang PLTS belum dikenal banyak dalam masyarakat karena keterbatasan informasi. Pepatah mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang tak sayang makanya cinta, kesan pertama menggoda kesan selanjutnya terserah anda.

Secara teknis  Sistem yang dimiliki PLTS atau pembangkit listrik tenaga surya tidaklah serumit sebuah genset atau software computer, secara terpisah dapat dirinci sebagai berikut :

  1. Panel Surya sebagai pengahsil listrik DC 12 volt (bahan utama pasir silika)
  2. Kontroler sebagai pengatur carger baterei (DC)
  3. Inverter merobah arus DC  12 volt menjadi AC 220 volt yang lansung dapat digunakan

Apakah langkah yang harus ditempuh ?

Ada satu pepatah yang mengatakan : Ayam mengeram dilumbung padi mati kelaparan, itik berenang diatas air mati kehausan. Filosofi ini akan tetap berlaku bagi kita kalau tak berani berinovasi. PLTS atau pembangkit listrik tenaga surya justru berkembang di daerah yang kurang sinar matharinya, artinya bangsa yang makmur kehidupannya justru yang kurang sumber daya alamnya

Bagaimana merobah cara berfikir kita agar tidak dimakan oleh filosofinya sendiri ?, caranya adalah dengan mensosialisasikan penggunaan PLTS di tengah masyarakat. Sesederhana apapun teknologi yang dibuat akan memerlukan  waktu  dalam proses adopsi (baca tahapan proses adopsi). Makin kurang frekwensi pengenalan PLTS makin lama dapat di adopsi oleh masyarakat. Langkah yang dilakukan untuk mempercepat proses ini adalah :

  1. PLTS dijadikan bahan ajar di sekolah dan perguruan tinggi sebagai kurikulum ekstra
  2. Membuat brosur, leaflet atau bahan bacaan yang mudah dipahami masyarakat (petani,nelayan,pengusaha dll)
  3. Memfasilitasi pengenalan produk PLTS oleh pemerintah daerah (pameran ,seminar,Video CD,demonsrasi  cara atau subsidi harga)
  4. Demonstrsi Plot (istilah dalam Penyuluhan pertanian)
  5. Pelatihan bagi generasi muda yang disertai pemberian solar cell secara gratis
  6. Mewajibkan pengembang memakai Solar Cell pada setiap rumah yang dibangunnya.
  7. Memberikan hadiah atau penghargaan bagi yang telah memakai PLTS.

Dalam aplikasi di lapangan dapat dilakukan dengan mengganti subsidi BBM dengan PLTS secara bertahap agar masyarakat terbiasa dengan teknologi ini. Sebagai informasi, sel surya sendiri berukuran sekitar 5 x 5 atau 10 x 10 cm persegi. Sel sebesar ini hanya dapat mengkonversi cahaya matahari menjadi listrik berdaya sekitar 1 – 2 Watt saja. Untuk dapat digunakan secara praktis, seitar 30 hingga 50 buah sel surya ini dirangkaikan satu sama lain agar menghasilkan daya keluaran sekitar 50 hingga 75 Watt.

Sebagai pedoman berikut tabel harga PLTS dengan kapasitas 200-1000 watt :

Sudah termasuk :

-1Unit  Panel Surya + 5 meter kabel + steker

-1Unit  EBS Electric Box System (Inverter, Controler,  Battery) Lampu Led

-Tinggal pasang dan pakai

 Kapasitas Panel Solar  10WP+ EBS 200W 2.999.000,-
 Kapasitas Panel Solar  20WP+ EBS 500W 4.499.000,-
 Kapasitas Panel Solar  50WP+ EBS 500W 8.999.000,-
 Kapasitas Panel Solar  100 WP + EBS 1000 W 13.999.000,-

Referensi: dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: