RAMBUTAN REFORMASI PENGHASIL BUAH KWALITAS TINGGI

Oleh: Rasmi R, S.St, M.Si

Rambutan (Nephleum lapaceum), adalah tanaman buah tropis yang sangat populer, namun seringkali menghasilkan nilai ekonomis yang rendah karena musimnya serempak. Kemudian diperparah lagi dengan kwalitas yang rendah karena varietasnya kurang disukai, rasanya kurang enak. Varietas rambutan yang paling disukai dan harganya cukup mahal adalah Rapi’ah, namun jenis ini pertumbuhannya sangat lambat.

Apakah ada cara yang paling praktis untuk merobah varietas rambutan yang jelek menjadi berkwalitas tinggi ?.  Tentu saja bisa, yakni dengan konsep reformasi, konsep ini adalah dengan memanfaatkan tanaman lama/tua dan menyambungnya dengan jenis kwalitas tinggi (rambuatan Rapi’ah).  Dengan cara ini biasanya umur 2 tahun sudah mulai berbuah, namun masalahnya sekarang bagaimana cara pelaksanaanya, apakah terlalu sulit.  Tentu tidak, karena tidak sesulit waktu tanam pertama dan hanya butuh waktu  sekitar 2 tahun sudah mulai berbuah.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan memangkas dahan, bukan memotong batangnya, tinggalkan saja 5- 10 dahan.  Setelah dipotong tunasnya akan muncul, ukuran tunas mencapai diameter 3 mm – 10 kita sudah dapat mengokulasi, menyambung atau sistem susuan. Dari pengalaman dengan sistem susuan sangat praktis dan jarang yang gagal dan sangat dianjurkan memakai cara ini.

Bagaimana cara menyusukan tanaman ?

Langkah kedua adalah menyiapkan bibit unggul okulasi dengan diameter 3 mm yang dapat di beli dari pembibitan, pilihlah varietas Rapi’ah, karena nilai jual buahnya cukup tinggi. Bibit biasanya sudah dalam polybag diameter 20 cm.

Langkah ketiga adalah meletakan bibit unggul yang dibeli didekat tunas yang tumbuh tunas yang setara dengan tunas bibit rambutan Rapi’ah. Ikatlah polybag bibit diujung dahan dengan tali agar tidak goyang diwaktu penyusuan.

Langkah ketiga adalah memotong salah satu tunas yang ada pada ujung dahan tadi, lalu diruncing seperti segitiga lancip. Kemudian tekuklah tunas bibit rapi’ah separohnya dengan hati-hati, sejajar dengan potongan tunas tanaman asal.  Masukan ujung tunas kedalam tekukkan dengan hati-hati, ikat dengan plastik yang dipotong memanjang dengan ukura 1 cm x 20 cm. Rapikan ikatan agar tidak patah sebelum tersambung, bisanya sebulan kemudian tersambung, hal ini terlihat pada bekas luka yang telah menyatu.

Langkah keempat adalah dengan memotong bibit Rapi’ah dibawah bekas sambungan keara polybag, turunkan bibit dalam polybag yang bekas dipotong. Maka jadilah bibit baru yang unggul dengan batang baru, seminggu kemudian bukalah plastik pengikat agar perkembangan batangnya lebih leluasa.

Teknik susuan ini dinamakan susuan positif karena menambah jenis baru ke tanaman yang telah ada, sedangkan susuan negatif adalah mengambi tanaman yang telah ada untuk diperbanyak.karena mempunyai sifat unggul.  Topik ini akan dibahas pada tulisan berikutnya, selamat mencoba !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: