G 30 S, LAMPU EMERGENCY DI SAAT BENCANA

Oleh : Rasmi R, S.St,M.Si

Bagaimana perasaan anda ketika terjadai gempa  yang kuat di sore hari ataupun malam hari ???, semuanya akan panik sehingga berlarian kesana kemari dalam gelap gulita tanpa cahaya. Atau keadaan yang lebih ringan  badai beserta hujan datang dimalam hari sehingga aliran listrik padam secara tiba-tiba, mungkin yang terbayang di benak anda pastilah lampu untuk penerangan. Dalam keadaan normal memang kita dapat menagandalkan lampu emergency buatan pabrik ataupun lilin, itupun kalau anda bisa mengambilnya, bagaimana anda tidak bisa berlama-lama mencarinya ?.

Untuk mengatasi hal tersebut ikutilah pengalaman ini, yaitu dengan membuat lampu darurat dengan minyak kelapa. Kenapa dengan minyak kelapa ?, tentu ada alasannya karena:

  1. mudah didapat, dikota ataupun di desa
  2. kandungan carbonnya rendah, relative tidak berasap/jelaga
  3. Sulit terbakar (berat) sehingga resiko kebakaran rendah
  4. langsung mati kalau sumbunya tenggelam
  5. pembuatannya praktis dan tidak rumit
  6. lebih terang dari cahaya lilin
  7. mudah dibawa kemana pergi.

Bagamana cara pembuatannya ?

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ide ini penulis dapatkan pada saat gempa 30 September 2009, ketika gempa datang sore itu, hujan langsung turun dan hari pun gelap. Dengan bekal sebuah handycam di tangan penulis mencari minyak goreng di dapur dengan fasilitas nightsoot sehingga bisa melihat dengan jelas. Untuk mengenang peristiwa tersebut lampu ini penulis beri nama “ Lampu G 30 S “(lampu Gempa 30 September 2009). Selamat mencoba !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: