Siphonisasi Konsep Pembersihan dan Kelestarian Ekosistem Danau Maninjau

Siphonisasi Konsep Pembersihan dan Kelestarian Ekosistem Danau Maninjau

 

Oleh : Rasmi  R, S.St. M.Si

 

Mungkin anda terpesona dengan beningnya air danau Maninjau yang dihiasi riak nan memukau !.  Tapi dibalik itu mungkin anda tidak menyangka, betapa racun yang terkandung didasar danau yang sudah terakumulasi ribuan atau mungkin jutaan tahun yang lalu, apakah ini akan menimbulkan malapetaka bagi manusia ?. yang jelas itu pasti, seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu. Ratusan ton ikan mati keracunan karena “ proses up weling”, yaitu proses pembalikan volume air atas kebawah dan volume air bawah keatas.  Akibatnya racun yang ada dibawah akan membunuh ikan yang ada di danau.

Fonomena ini terjadi apabila terjadi pergantian musim kemarau dengan musim hujan. Karena perubahan suhu air permukaan yang mendadak menjadi lebih rendah dari dasar danau.  Akibatnya terjadi pertukaran ( konversi ) dan ini akan terus terjadi sepanjang masa.  Apalagi daya dukung danau sudah melebihi kemampuannya karena pemeliharaan ikan dan pembuangan limbah rumah tangga kedalam danau yang tidak bisa dihentikan.

Kejadian yang sering kita dengar adalah kematian massal ikan danau, baik ikan peliharaan ataupun ikan asli penghuni danau. Namun yang paling sengsara adalah ikan peliharaan yang hidup didalam keramba, karena tidak mampu mencari tempat berlindung.

Adakah cara yang aman dan murah dalam menangani masalah ini…? yang jelas berbagai upaya sudah dicoba, seperti sosialisasi penempatan keramba, pembatasan jumlah karamba. Atau yang lebih nyata adalah pelarangan membuang limbah ke danau, namun upaya semua itu belum berhasil.

Siphonisasi mungkin adalah cara yang belum pernah dicoba atau sekedar wacana dalam menyelamatkan ekosistem danau Maninjau dan menyelamatkan multi fungsinya.

Apa itu “Siphonisasi” ?. Siphonisasi adalah istilah dalam ilmu budidaya ikan dengan wadah akuarium atau bak. Prinsip kerjanya adalah memamfaatkan perbedaan tinggi dari permukaan air melalui sebuah selang, pangkal selang menghadap kedasar akuarium atau bak, sedangkan ujungnya berada dekat yang rendah sehingga air akan tersedot kebagian yang lebih rendah.

Energi yang dipakai dalam dalam kejadian ini adalah timbul dari perbedaan tinggi dari permukaan air tersebut, walaupun kecil namun pasti.  Air akan selalu mengalir selagi ada tekanan dari air yang lebih tinggi, kecuali pangkal selang tersumbat atau selangnya bocor.  Dengan arus yang ditimbulkan dari aliran air dari pangkal selang akan menyedot semua kotoran yang ada didasar akurium atau dasar bak.

Bagaimana kalau didanau atau waduk ?,  Prinsipnya sama saja, kita juga memanfraatkan energi dari perbedaan tinggi dari danau tersebut karena energinya sangat luar biasa. Satu buah danau bisa menyuplai energi listrik untuk satu kabupaten atau provinsi, energi inilah yang kita manfaatkan secuil demi kebersihan dasar danau.

Untuk aplikasi dilapangan tidaklah terlalu sulit, mungkin kita hanya mengganti selang dengan pipa diameter 8 inci atau lebih tergantung berapa debit yang kita inginkan.  Dengan menyambung pipa beberapa ratus meter dan mengarah pangkal pipa pada dasar waduk yang terakumulasi bahan organik atau limbah yang berbahaya.

Ujung pipa diarahkan ke  dasar sungai pengeluaran, dilakukan penyambungan beberapa puluh atau ratusan meter kearah hilir. Makin panjang pipa yang tersambung kearah hilir, maka semakin kuat tekanan yang ditimbulkan dan semakin cepat lumpur yang disedot.  Namun yang harus diingat adalah seberapa besar debit lumpur yang tersedot agar tidak merusak ekosistim sungai.  Mungkin ini perlu penelitian lebih lanjut agar lumpur yang dikeluarkan tidak merusak lingkungan.

Metode ini bukanlah sebuah ide gila. Ini adalah ide rasional dan perlu dicoba !, karena konsep ini tidaklah menelan biaya yang banyak.  Energi penguras yang kita gunakan adalah dari energinya sendiri dan yang dibersihkan juga dirinya sendiri.  Jangan energinya kita kuras begitu saja tanpa peduli dengan keadaanya, cukup adil bukan ???.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: