PAGAR KEBUN ANTI KERBAU

Oleh : Rasmi R, S.St.M.Si

Bagaimanakah perasaan anda ketika kebun sayur, kebun coklat atau kebun karet anda sedang subur tiba-tiba hancur oleh kerbau  dengan jumlah sepuluh ekor atau lebih ?. mungkin anda bisa menangis,marah atau tiba-tiba serangan jantung. Anda sudah mengeluarkan uang jutaan bahkan puluhan juta namun hancur dalam satu malam.

Apakah tindakan yang punya ternak ?, biasanya dia hanya bersifat cuek dan dan tak ambil pusing karena yang penting kerbaunya kenyang dan pulang dengan selamat serta gemuk.  Biasanya peternak seperti ini adalah golongan peternak primitif karena, manusia pada zaman purba kehidupan manusia memenuhi kebutuhannya dengan berburu binatang liar, kalau dagingnya tersisa mereka simpan, tapi hasil buruanya hidup mereka pelihara dengan mengikat pakai tali, setelah jinak mereka lepas dan dibiarkan berkeliaran kesana kemari mencari makan.

Pada zaman itu tidak ada masalah karena mreka tidak bercocok tanam, karena hanya mengambil dari hasil hutan  dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, jadi tidak ada orang yang merasa terganggu karena tidak ada kebun orang lain semuanya lahan tak bertuan.

Masih adakah orang primitif seperti itu, kayaknya sudah tak ada lagi, walaupun di suku pedalaman sekarang ini, karena mereka sudah becocok tanam dan memelihara kebunnya dari gangguan binatang dan hewan piaraan. Namun yang ada sekarang adalah masyarakat yang bersifat primitif, yakni yang memelihara ternak kerbau atau sapi serta kambing tanpa kandang dan hanya berkeliaran masuk kebun orang lain. Sang empunya bahkan tak tahu berapa jumlah ternaknya.

Bagaimana cara mengatasinya ???

Sebenarnya tidaklah terlalu sulit, banyak masyarakat mengambil jalan pintas dengan menebar racun, namun hal ini sangat bebahaya pada lingkungan.  Cara paling praktis adalah dengan membuat pagar ditempat yang sering dimasukki kerbau dengan menancapkan kayu dengan diameter 3 cm setinggi 1,5 m aturlah jaraknya sekitar 75 cm sehingga dia mudah lewat. Pada ketinggian 100 cm pasanglah mata pancing yang arah matanya keluar kebun (ke arah masuknya). Carilah mata pancing yang pangkalnya ada lobang (telinga) sehingga mudah dipasang dengan cara dipaku,gunakanlah paku 1.5 inci. Ukuran mata pancing dapat disesuaikan dengan kebutuhan, seperti untuk kerbau, sapi atau kambing.

Kalau dia melewati pagar, mata pancing akan menancap di kulitnya dan kaget sehingga dia menarik pagar sambil berlari.  Kawannya juga berlari, makin lama makin masuk kedalam daging sehingga dia tidak akan pernah kembali lagi ke kebun anda. Mata pancing akan tetap berada dalam daging selama pemiliknya tidak mencabutnya, kalau masih ada yang nekad datang hal yang sama akan terjadi. Pepatah pernah menyatakan perangkap tak pernah lupa dengan korbannya, namun korban akan lupa dengan perangkap.

Anda punya punya masalah dengan peternak primitif(manusia purba) ? inilah solusinya, sekali anda mencoba hasilnya anda rasakan sepanjang hidup. Semoga para peternak primitif tahu bahwa zaman sudah berubah menjadi moderen !!!!!

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: